Manusia dan Keindahan II
Selasa, 21 Juni 2011 by Septi Arnita in

-          Menjelaskan tentang nilai estetik
      Estetika berasal dari Bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan. Adapun pengertian tentang estetik adalah suatu cabang ilmu filsafat yang mempelajari tentang keindahan. Sedangkan nilai estetik yaitu nilai yang berhubungan dengan segala yang tercakup dengan pengertian keindahan.


-          Membedakan  nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik
Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik merupakan nilai yang berasal dari luar suatu benda yang berfungsi sebagai alat bantu (penunjang benda tersebut).

Nilai instrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda itu sendiri. Nilai intrinsik dapat memberikan informasi tentang arti serta tujuan dari benda tersebut.

Apabila dihubungkan dengan suatu karya, puisi misalnya, nilai ekstrinsik dari puisi yaitu keadaan atau suasana saat pengarang membuat puisi tersebut. Sedangkan nilai intrinsiknya yaitu bait, rima, tema, gaya bahasa, alur, penekanan.


-          Pengertian tentang kontemplasi dan ekstansi
Kontemplasi terdapat dalam diri manusia, kontemplasi berfungsi untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Kontemplasi bisa didapatkan dalam diri seorang seniman, sedangkan ekstansi terdapat pada diri seorang pecinta seni.

Kontemplasi lebih mengacu pada bagaimana cara menciptakan sesuatu yang indah dan menarik untuk dipandang. Ekstansi lebih mengacu pada menikmati keindahan. Tingkatan kontemplasi dan ekstansi dari masing-masing  individu berbeda-beda, hal ini juga menyebabkan pandangan terhadap keindahan berbeda-beda (keindahan seluas-luasnya)


-          Teori-teori renungan
Renungan merupakan hasil pemikiran dari suatu hal yang direnungkan atau dipikiran secara mendalam. Renungan biasanya berkaitan dengan masalah-masalah dalam kehidupan. Merenung disini berfungsi dalam pencarian solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam hidup. Tujuan dari sebuah renungan  itu sendiri yaitu perubahan hidup, tentunya perubahan hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Renungan terbagi menjadi beberapa tipe, antara lain :
1.    Renungan yang dapat menjadi sebuah inspirasi bagi seseorang serta dapat membuatnya bertindak secara nyata
2.    Renungan yang berisikan dorongan yang dapat membuat seseorang menjadi merasa kuat dalam menghadapi suatu masala
3.    Renungan yang mengingatkan seseorang akan kesalahan yang telah dilakukannya, serta menjadi peringatan untuknya agar tidak mengulangi kesalahan tersebut

Renungan juga menjadi sebuah pemikiran seseorang dalam menciptakan suatu karya seni. Renungan dapat menciptakan suatu imajinasi bagi si perenung. Adapun macam-macam teori renungan untuk menciptakan karya seni, anatara lain :
1.Teori Pengungkapa
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.

2.Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

3.Teori Psikologis
Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.


-         Teori-teori keserasian
Keserasian merupakan kecocokan antara dua benda yang saling berhubungan. Keserasian dapat menciptakan sesuatu yang indah menjadi lebih indah dan lebih enak dipandang. Untuk menjadi serasi, tentu saja beberapa harus ada beberapa unsur dari keindahan tersebut yang dapat dipadukan dengan baik sehingga menciptakan keserasian yang maksimal.

Teori-teori keserasian :

1.    Teori Objectif dan Teori Subjectif
Teori Objectif menyatakan bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan.Pendukung teori objectif salah satunya adalah Plato, Hegel. Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry

2.    Teori Perimbangan
Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan

Sumber :
Seri Diklat Kuliah IBD Gunadarma

Posting Komentar