Tugas II Bahasa Indonesia 2
Minggu, 07 April 2013 by Septi Arnita in

Merantau ke Kota

Kota Metropolitan seperti Jakarta, memang menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat Indonesia. Peluang besar yang ditawarkan untuk mendapatkan pekerjaan memang sangat menggiurkan dibandingkan dengan peluang bekerja di desa. Namun pada kenyataannya, mencari pekerjaan di Jakarta sangatlah sulit.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Mulai dari mencari informasi lowongan di situs-situs tertentu, mengikuti job fair ataupun mencari informasi dari sanak saudara yang telah lebih dulu merantau ke Jakarta. Ternyata, hal tersebut terkadang tidak membuahkan hasil yang diinginkan.

Persaingan yang begitu ketat menjadi satu faktor yang membuat seseorang sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu, latar belakang pendidikan serta pengalaman yang menjadikan seseorang sulit mendapatkan pekerjaan. Namun, apabila seseorang memiliki kemampuan lebih, yang mungkin melebihi orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka orang tersebut akan mendapatkan peluang besar untuk berkerja di bidang yang sesuai dengan kemampuannya.

Kehidupan di Jakarta menjadi sulit apabila seorang yang baru saja bekerja di Jakarta tidak  dapat mengatur keuangannya. Biaya hidup di Jakarta sangatlah besar dan mungkin terbesar dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia.

Uraian di atas merupakan pengalaman saya saat mencarikan pekerjaan untuk seorang teman di desa. Meskipun kini ia telah bekerja di Jakarta, namun masih banyak masalah yang ia hadapi, terutama masalah keuangan. Penghasilan yang ia dapatkan tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk hidup di Jakarta. Sebagai mahasiswa yang lahir di Jakarta, saya baru menyadari bahwa mencari pekerjaan dan hidup di Jakarta sangatlah sulit. Tidak seimbang antara pengeluaran dan pemasukan yang diterima. Maka, tidaklah heran apabila melihat kota Jakarta penuh dengan masyarakat desa, namun mereka tidak  mendapatkan kehidupan yang layak  di Jakarta. Semua ini kembali kepada masing-masing individu yang berniat merantau ke Jakarta, apabila ia memiliki kemampuan dan kemauan yang besar, suatu saat nanti ia akan berhasil hidup di Jakarta. Sebaliknya, apabila ia hanya memiliki kemauan dan tidak memiliki kemampuan, maka kehidupannya di Jakarta tidak  akan pernah tercukupi.

Nama     : Septi Arnita
NPM        : 16110450
Kelas       : 3KA24

Tugas I Bahasa Indonesia 2
Minggu, 17 Maret 2013 by Septi Arnita in


Canaan Online Indonesia


Game Online adalah sebuah permainan yang membutuhkan jaringan komputer (LAN atau internet). Perkembangan game online sangatlah pesat terhitung sejak awal masuknya game online ke Indonesia, yaitu pada tahun 2001. 
Untuk seorang wanita mungkin hal ini adalah sesuatu yang tidak menarik dan bukanlah dunianya. Untuk beberapa wanita yang menyukai permainan, mungkin hal ini sangatlah menarik. Begitupun dengan saya, berawal dari kesalahpahaman dengan seorang teman saat berada di kelas 1KA30, saya mulai terjerumus ke dunia yang menyenangkan itu.

Akhir tahun 2010, saya mencoba untuk memainkan game online yaitu Canaan Online Indonesia dengan website http://canaan.prodigy.co.id/ . Canaan Online Indonesia merupakan game berjenis web based MMORPG dengan developer Xpec Entertainment dan publishernya adalah Prodigy Infinitech. Masa closed-beta Canaan Online di Indonesia bertepatan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu pada tanggal  17 Agustus 2010.

Canaan Online memiliki 5 (lima) kelas karakter, antara lain :
    1).   Warrior
Warrior adalah jenis karakter yang mengandalkan kekuatan fisik dan mahir dalam menggunakan senjata. Kuat dalam serangan fisik namun lemah dalam serangan magic. Senjata seorang warrior adalah sword. Warrior terbagi menjadi dua jenis, yaitu warrior tipe mars (penyerang) dan tipe guard (pertahanan).

     2).  Archer
Mengandalkan akurasi dan serangan yang cepat adalah keunggulan dari seorang archer. Dengan bow dan anak panah yang runcing, archer selalu melakukan serangan dengan tepat dan penghindaran yang tinggi. Archer terbagi menjadi dua jenis yaitu Rage dan Freedom.

     3).  Mage
Mage ahli dalam kekuatan mental. Kelas karakter ini lemah dalam pertahanan fisik tetapi mereka adalah kekuatan utama dalam kelompok. Ace adalah mage dengan kekuatan api dan magic adalah dengan tipe kekuatan es.

     4).  Priest
Priest memiliki kekuatan support dan juga magic curse. Seorang priest adalah penyembuh dalam kelompok serta dapat melindungi keompok dengan buff yang dimilikinya. Terdapat dua jenis priest yaitu holy dan dark.

     5).  Beastmaster
Kekuatan seorang beastmaster berasal dari alam. Mereka sangat pandai mengendalikan hewan liar dalam bertarung. Wild nature dan deceit adalah jenis beastmaster yang memiliki kelebihan masing-masing.


Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 3KA24

Tugas I Analisis & Perancangan Sistem Informasi
Sabtu, 16 Maret 2013 by Septi Arnita in


Klasifikasi Sistem

1.     Probabilistik Sistem
Adalah sistem yang tidak dapat diramal (diprediksi) dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas.  Dengan kata lain, input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Contoh :
Sistem arisan, sistem pemasaran,  stok barang. Kebutuhan rata-rata barang dan waktu untuk memenuhi jumlah stok dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat tidak dapat ditentukan dengan pasti

2.    Deterministik Sistem
Sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat. Sistem ini beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi dan interaksi diantara bagian-bagiannya dapat diprediksi dengan pasti, sehingga output dari sistem dapat diramalkan.

Contoh :
Sistem komputer yang melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.

3.    Closed Sistem
Sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, namun pada kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup.

Contoh
Sistem reaksi kimia dalam tabung teaksi yang tertutup

4.    Open Sistem
Sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan menghasilkan output untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang baik. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya.

Contohnya:
Sistem tanah, sistem keorganisasian
Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi (bisnis dalam menghadapi persaingan pasar yang bberubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diti akan tersingkir.

5.    Natural Sistem
Sistem yang terjadi secara alamiah (melalui proses alam) dan tanpa campur tangan manusia.

Contohnya:
Sistem tata surya

6.    Manned Sistem
Sistem yang menjelaskan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut :
a.    Sistem manusia – manusia
Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia
b.    Sistem manusia – mesin
Sistem yang mengikut sertakan mesin untuk satu tujuan
c.     Sistem mesin – mesin
Sistem yang otomatis dimana mesin mempunyai tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor sistem
·      Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas.
·      Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat.

7.    Artificial Sistem
Sistem yang meniru kejadian dalam sistem. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam dimana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain sistem ini adalah tiruan yang ada di alam.

Contoh :
Program komputer yang mampu membuat komputer seolah-olah berpikir, sistem robotika

8.    Relatively Closed Sistem
Sistem yang secara relatif tertutup, tetapi tidak benar-benar tertutup. Sistem ini tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu.

Contoh : Sistem komputer
Sistem komputer hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya, tidak terpengaruh oleh lingkungan luar sistem.

Referensi :
mti.ugm.ac.id/~lukis/UMM/ADSI/klasifikasi%20sistem.ppt
wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../Konsep+Sistem.pdf

Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 3KA24

Tugas Bahasa Indonesia
Kamis, 29 November 2012 by Septi Arnita in

Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 3KA24

Perbaikan Tugas Bahasa Indonesia
Senin, 19 November 2012 by Septi Arnita in



PRESENTASI DAN PIDATO


Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, para mahasiswa terlalu terbuai dengan teknologi yang ada. Mereka lebih mengedepankan kemampuan teknologi dibandingkan kemampuan dirinya sendiri. Dengan teknologi yang canggih, keterampilan mahasiswa dalam presentasi menjadi sangat kurang.

Presentasi merupakan contoh kecil dari pidato. Pidato sangatlah penting bagi seorang pemimpin. Setiap mahasiswa memiliki peluang untuk menjadi seorang pemimpin, pemimpin negara misalnya. Tentu saja, seorang pemimpin negara tidak dapat dilepaskan dari pidato kenegaraan. Untuk itu, mahasiswa perlu meningkatkan keterampilan serta kepercayaan dirinya dalam presentasi sebagai langkah awal untuk berpidato.

Perbedaan antara presentasi dan pidato dapat dilihat dari definisinya. Presentasi adalah satu cara untuk menjelaskan suatu topik tertentu dengan menggunakan media dalam waktu yang relatif singkat dengan pendengar yang relatif sedikit. Pidato adalah satu cara untuk mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata kepada orang banyak.1)

Dari perbedaan di atas, dapat disimpulkan bahwa pidato lebih sulit dari presentasi. Mahasiswa perlu kepercayaan diri yang tinggi untuk dapat berpidato di depan orang banyak. Selain itu, isi pidato juga harus dapat membuat pendengarnya senang dan tertarik untuk mendengarkan uraian yang disampaikan orator.

1)Sukini dan Iskandar, Bahasa Indonesia 6, Pusat Perbukuan, Jakarta, 2008, hlm.117.
 http://haroqi.multiply.com/journal/item/39


Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 3KA24

Tugas Bahasa Indonesia
Senin, 08 Oktober 2012 by Septi Arnita in



PRESENTASI dan PIDATO

Seiring perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini, para mahasiswa terlalu terbuai dengan teknologi yang ada. Mereka lebih mengedepankan kemampuan teknologi dibandingkan kemampuan dirinya sendiri. Dengan adanya teknologi yang canggih, keterampilan mahasiswa dalam presentasi menjadi sangat kurang.

Presentasi merupakan contoh kecil dari pidato. Pidato sangatlah penting bagi seorang pemimpin. Setiap mahasiswa memiliki peluang untuk menjadi seorang pemimpin, pemimpin negara misalnya. Tentu saja seorang pemimpin negara tidak dapat dilepaskan dari pidato negara. Untuk itu, mahasiswa perlu meningkatkan keterampilan serta kepercayaan dirinya dalam berpresentasi sebagai langkah awal dalam berpidato.

Perbedaan antara presentasi dan pidato dapat dilihat dari definisinya. Presentasi adalah salah satu cara untuk menjelaskan suatu topik tertentu dengan menggunakan media dalam waktu yang relatif singkat dan pendengar yang relatif sedikit. Sedangkan pidato adalah salah satu cara untuk mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata kepada orang banyak.1)

Dari perbedaan di atas, dapat disimpulkan bahwa berpidato lebih sulit dari presentasi. Mahasiswa perlu kepercayaan diri yang tinggi untuk dapat berpidato di depan orang banyak. Selain itu, isi pidato juga harus dapat membuat pendengarnya senang dan tertarik untuk mendengarkan uraian yang disampaikan orator.

1)Sukini dan Iskandar, Bahasa Indonesia 6, Pusat Perbukuan, Jakarta, 2008, hlm.117.


Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 3KA24

Tugas II Bahasa Indonesia
Kamis, 27 September 2012 by Septi Arnita in


Bahasa sebagai Alat Pencari Kerja

Bahasa pada dasarnya merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam kehidupan manusia di muka bumi ini. Tanpa adanya bahasa, kita sebagai manusia tidak akan mungkin dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Dengan bahasa pula kita dapat dengan mudah mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, misalnya pada saat ingin membeli suatu barang, diperlukan bahasa untuk tawar menawar antara pembeli dan penjual.

Selain itu, bahasa juga merupakan komponen penting dalam mendapatkan pekerjaan, mengenal suatu budaya, berwisata, berbisnis dan lain sebagainya. Tanpa adanya bahasa, orang lain tidak akan mengerti kemampuan kita, tidak akan mengerti apa yang kita inginkan.

Pada era globalisasi saat ini, untuk mendapatkan suatu perkerjaan tidaklah mudah. Sangat banyak pesaing-pesaing dari dalam maupun luar negeri yang juga ingin mendapatkan pekerjaan. Contohnya di Indonesia ini, dengan sedikitnya lapangan kerja yang ada dan dengan banyaknya calon pekerja, tidak dapat dihindari bahwa akan terjadi persaingan dan juga seleksi yang sangat ketat.

Untuk keluar dari masalah seleksi dan persaingan di atas, tentunya calon pekerja haruslah mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya. Kemampuan atau skill, sikap kerja sama yang baik, tutur kata yang baik juga dapat mempengaruhi penilaian perusahaan terhadap calon pekerja.

Di Indonesia ini, bahasa seringkali disepelekan. Penggunaan bahasa seseorang sangatlah mencerminkan perilaku orang tersebut. Dalam hal mencari pekerjaan, orang yang menggunakan bahasa sehari-hari atau sering dikatakan bahasa gaul, akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Terlebih saat tes wawancara, kata-kata yang digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh bagian personalia haruslah bahasa yang sopan dan sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Seandainya seseorang telah lulus tes wawancara, bahasa dan tutur kata yang baik pun tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Saat berhadapan dengan teman kantor, mungkin saja bahasa sehari-hari atau bahasa gaul dapat digunakan. Namun tidak saat bertemu dengan klien atau mitra kerja. Tutur kata yang baik dan sopan sangat diperlukan. Dapat dikatakan, bahasa seorang karyawan perusaahan mewakili bagaimana kesuksesan perusaahan tersebut dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan lain.

Bahasa identik dengan menghormati orang lain. Apabila kita bertutur kata dan berbahasa dengan baik, maka orang lain pun akan memperlakukan kita dengan baik dan sopan. Begitu juga sebaliknya.

Selain Bahasa Indonesia, dalam mencari pekerjaan juga terdapat syarat yang untuk saat ini sudah dapat dikatakan wajar, bahkan diwajibkan. Lancar dalam berbahasa asing yaitu Bahasa Inggris baik lisan maupun tertulis sangatlah diperlukan dalam mendapatkan suatu pekerjaan. Seseorang yang hanya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia, mungkin saja tidak akan berkembang jenjang karirnya. Hal ini merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Saat ini, terutama di Indonesia, telah banyak perusahaan asing yang membangun cabang atau anak perusahaannya. Ini juga menjadi salah satu dasar mengapa Bahasa Inggris menjadi syarat wajib untuk calon pekerja.

Dengan banyaknya perusaahan asing yang ada di Indonesia, ini juga mempengaruhi tingkat kemajuan berbahasa Inggris di Indonesia. Seandainya seseorang yang tidak bisa berbahasa Inggris, sedangkan ia bekerja di perusahaan asing, dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya ia dalam berkomunikasi dengan warga perusahaan tersebut terutama atasan atau pimpinan yang biasanya orang asing.

Untuk itu, bahasa memanglah sangat diperlukan dalam mencari pekerjaan. Baik saat dalam usaha mencari pekerjaan ataupun dalam menjalankan pekerjaan. Bahasa tidak terbatas hanya Bahasa Indonesia saja, semakin banyak seseorang menguasai berbagai bahasa, maka semakin besar pula peluang orang tersebut dalam mendapatkan pekerjaan.

Nama : Septi Arnita                                                                        
NPM    : 16110450
Kelas : 3KA24