Penulisan 2 Pengantar Telematika
Minggu, 29 September 2013 by Septi Arnita in

Sumber :

Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 4KA24

Arsitektur Sisi Client dan Arsitektur Sisi Server

Ø  Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server.
Ø  Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client.
Ø  Client-server adalah pembagian kerja antara server dan client yang mengakses server dalam satu jaringan.
Ø  Arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi yang terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.

Aristektur Sisi Client
Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie.

Terdapat beberapa karakteristik dari sisi client, yaitu :
1.       Pihak client selalu memulai permintaan atau permohonan ke pihak server
2.  Setelah mengirim permintaan, kemudian client akan menunggu balasan atau jawaban atas permintaannya dari server
3.       Menerima balasan dari server atas permintaannya
4.       Biasanya client akan terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu
5.  Biasanya berinteraksi langsung dengan end-user (pengguna akhir) dengan menggunakan user interface (antamuka pengguna)
6.       Khusus jenis client mencakup web browser, email client dan online chat client

Arsitektur Sisi Server
Pada server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.

Karakteristik dari arsitektur sisi server antara lain :
1.       Sebagai penyedia layanan, sisi server akan selalu menunggu permintaan dari sisi client
2.       Sesuai dengan tugasnya, melayani dan menjawab permintaan data yang diminta oleh client
3.       Sebuah server dapat berkomunikasi denganserver lain untuk melayani permintaan client
4.       Jenis server khusu mencakup web server, FTP server, database server, email server, file server, print server. Mayoritas dari web layanan tersebut juga merupakan jenis server.


Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1.    Servis (layanan)
Ø  Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
Ø  Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
Ø  Server sebagai provider, client sebagai konsumen

2.    Sharing resources (sumber daya)
Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.

3.    Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.

4.       Transparansi lokasi
Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5.    Mix-and-Match
Perbedaan server client platforms

6.    Pesan berbasiskan komunikasi
Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.

7.    Pemisahan interface dan implementasi
Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.
Ø  Client Server System
Ø  Client / Server Application

Perbedaan Tipe Client-Server
1.    File Servers
Ø  File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
Ø  Untuk sharing file melalui jaringan

2.    Database Servers
Ø  Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
Ø  Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3.    Transaction Servers (Transaksi Server)
Ø  Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
Ø  Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
Ø  Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi

4.    Groupsware Servers
Ø  Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
Ø  Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
Ø  Data diatur sebagai dokumen

5.    Object Application Servers
Ø  Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
Ø  Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB)
Ø  Client meminta sebuah method pada remote object

6.    Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
Ø  World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
Ø  Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.

Fungsi client server
Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.

Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.

Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
Ø  Memungkinkan akses basis data yang besar
Ø  Menaikkan kinerja
Ø  Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
Ø  Biaya untuk hardware dapat dikurangi
Ø  Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
Ø  Biaya komunikasi berkurang
Ø  Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
Ø  Meningkatkan kekonsistenan
Ø  Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
Ø  Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami


Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery

Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary

Kolaborasi Arsitektur Sisi Client dan Server
Ada beberapa model arsitektur client-server, antara lain :
1. Arsitektur mainframe
2. Arsitektur file-sharing
3. Arsitektur client/server

Model-Model Client-Server
1.    Arsitektur Single-tier (Satu Lapis)
Semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama pada arsitektur single tier ini. Model single tier adalah model yang sederhana, mudah digunakan pengguna (user) dan paling sedikit memiliki alternatif. Kelemahan dari arsitektur ini adalah kurang aman dan kurang memiliki skalabilitas.

Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun komputer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host. Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.

Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap awal, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.

Kelebihan :
Ø  Sangat mudah
Ø  Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan

Kelemahan :
Ø  Skala kecil
Ø  Susah diamankan
Ø  Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
Ø  Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
Ø  Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan

2.    Arsitektur Two-tier (Dua Lapis)
Pengolahan informasi pada arsitektur ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem user interface (antarmuka pengguna) lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Arsitektur two tier memiliki tingkat kemanan yang lebih tinggi dan terukur daripada arsitektur single-tier. Arsitektur ini memiliki database pada komputer yang terpisah dan hal tersebut menyebabkan arsitektur ini dapat meningkatkan kinerja keseluruhan situs.

Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.

Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.

Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service).

Tiga komponen tersebut yaitu :
·         User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
·         Manajemen Proses.
·         Database. Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.

Kelebihan :
Ø  Mudah
Ø  Menangani Database Server secara khusus
Ø  Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
Ø  Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.

Kekurangan :
Ø  Kurangnya skalabilitas
Ø  Koneksi database dijaga
Ø  Tidak ada pembaharuan kode
Ø  Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi skala kecil
Ø  Susah diamankan
Ø  Lebih mahal
Ø  Arsitekturnya kompleks

3.    Arsitektur Three-tier (tiga Lapis)
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.

Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server.

Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.

Kelebihan :
Ø  Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
Ø  Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
Ø  Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
Ø  Skala besar.
Ø  Keamanan dibelakang firewall.
Ø  Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
Ø  Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
Ø  Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.

Kekurangan :
Ø  Lebih susah untuk merancang
Ø  Lebih susah untuk mengatur
Ø  Lebih mahal


4.    Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.

Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis ke client Application.

Kelebihan :
Ø  Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
Ø  Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
Ø  Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.
Ø  Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.

Kekurangan arsitektur Multi tier :
Ø  Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.

Ø  Lebih mahal

Penulisan 1 Pengantar Telematika
by Septi Arnita in


Sumber :

Nama : Septi Arnita
NPM : 16110450
Kelas : 4KA24

Definisi Telematika dan Pemanfaatannya

Definisi
Ø  Kata telematika diadopsi dari bahasa Perancis yaitu “Telematique” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi komunikasi.
Ø  Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu Telecommunication dan Informatics.
Ø  Telematika dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi.
Ø  Telematika pertama kali dipopulerkan oleh Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe).
Ø  Istilah telematika juga dipakai dalam berbagai macam bidang, misalnya :
·         Bidang Teknologi Komunikasi dan Informatika atau Information and Communications Technology (ICT).
ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
·         Bidang Tekonologi Sistem Navigasi atau Global Positioning System (GPS)
Dalam bidang ini, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vechicle telematics).

Pemanfaatan Telematika
1.       Dalam Bidang Pemerintahan
E-Goverment
E-Goverment merupakan pemanfaatan telematika dalam bidang pemerintahan. Pemanfaatan telematika dalam pemerintahan membantu dalam konteks pembangunan. Baik pada negara maju maupun berkembang, telematika digunakan dalam beberapa sektor seperti menurunkan biaya untuk mengakses informasi, berkomunikasi dan melaksanakan berbagai kegiatan transportasi.

2.       Dalam Bidang Perdagangan
E-Commerce
E-Commerce merupakan bidang perdagangan atau penjualan, seperti penjualan online baik melalui website, blog maupun jejaring sosial. Dengan e-commerce pembeli dan penjual tidak harus bertemu seperti layaknya pembeli dan penjual yang ada di pasar. Dengan telematika, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah untuk melalukan suatu transaksi.

3.       Dalam Bidang Transportasi
Salah satu transportasi yang menerapkan layanan telematika adalah Toyota. Karena menyadari semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu yang singkat. Toyota melihat peluang ini engan mengembangkan disalah satu produksinya yang memiliki layanan navigasi yang menyediakan informasi dan peta lengkap denagn lokasi-lokasi penting, mulai dari hotel, rumah sakit, hingga dealer.

4.       Dalam Bidang Telekomunikasi
a.      Pager
Alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja.

b.      Handphone
Salah satu contoh dari teknologi telematika di bidang komunikasi. Karena merupakan suatu sarana berkomunikasi dengan menggunakan media elektromagnetik untuk mengirimkan atau menerima suatu informasi dari satu pihak ke pihak yang lannya.

c.      Smartphone
Merupakan telepon selular yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. System operasi yang digunakan adalah android, dan android itu sendiri adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasih Linux yang menyediakan flatform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam peranti bergerak.

5.       Dalam Bidang Pendidikan (Menurut Miarso 2004)
a.      Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya terdiri dari arsip-arsip dan buku dapat dikemas menjadi lebih interaktif dengan pengunjung (pembacanya) dengan bantuan teknologi informasi dan internet. Hompage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunuia. Saat ini, sebagaian informasi yang terdapat pada perpustakaan tersebut dapat diakses melalui internet. Contoh lain adalah perpustakaan online yang disediakan oleh Universitas Gunadarma yang berisi kumpulan penulisan dari mahasiswa terdahulu yang dapat menjadi referensi untuk mahasiswa yang akan melakukan penulisan.

b.      Surat Elektronik (E-mail)
Dengan aplikasi sederhana seperti e-mail maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus, mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya melalui e-mail kepada dosen ataupun pihak kampus.

c.      Ensiklopedia
Sebagian perusahaan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD-ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga dapat menyajikan video, audio, tulisan dan gambar bahkan gerakan (animasi). Saat ini ensiklopedia yang berisi tentang berbagai macam informasi juga telah tersedia di internet.

d.      Sistem distribusi bahan secara elektronis (digital)
Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi pelajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru Sekolah Dasar yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tidak menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor ppos yang menyediakan jasa internet.

e.      Tele-edukasi dan latihan jarak jauh dalam cyber  system
            Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan profesional dari sumber daya manusia di Indonesia. Jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

f.        Pengelolaan sistem informasi
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD-ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut agar sistem informasi ini mudah dikomunikasikan. Sama halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik yang dapat dikelola dalam suatu sistem.

g.      E-Learning
E-Learning merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-Learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. E-Learning dalam arti luas dapat mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal.

h.      Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Menurut Miarso (2004), faktor utamanya adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan pada tenaga terampil.



Perkembangan Telematika dalam Teknologi Informasi

Perkembangan telematika saat ini berkembang pesat seiring dengan permintaan kebutuhan dari penguna jasa internet, bisnis, industri dan lain sebagainya. Untuk itu, saat ini terdapat beberapa perkembangan telematika dalam teknologi informasi yang dapat memudahkan masyarakat dalam menjalankan segala aktifitasnya dan memenuhi  segala kebutuhannya. Adapun perkembangan telematikan dalam teknologi informaasi antara lain :
1.       Media Chatting
Media chatting adalah media dimana pengguna dapat melakukan komunikasi antara satu dengan lainnya dengan menggunakan teks
Contoh : Yahoo Messenger, Gmail, MIRc

2.       Email
Email adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer (misalnya Internet).
Contoh : Yahoo, Gmail

3.       Video Streaming
Video streaming adalah istilah yang sering digunakan untuk melihat video diinternet melalui browser dimana tidak perlu men-download file video tersebut untuk dapat memutarnya.
Contoh : Youtube

4.       Social Network
Social Network adalah sebuah media online dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Contoh jejaring sosial : Facebook, Friendster, MySpace, Twitter
Contoh blog : Wordpress, Blogger, Kronologger (microblogging), tumblr (photoblogging)


Tren Kedepan Perkembangan Telematika

Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, diikuti pula dengan perkembangan telematika. Perangkat komunikasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dimasa yang akan datang dengan harga yang masuk akal pula. Komputasi ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwith mencapai terabyte. Hal ini akan berakibat pada faktor baru perkembangan teknologi. Antarmuka yang disajikan oleh para pengembang akan berlomba-lomba untuk menampilkaan antarmuka yang terbaik yang bersahabat dan memiliki kecepatan akses yang tinggi. Hal itu juga didukung oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

Pada akhirnya, akibat dari perkembangan teknologi yang memasuki era komputasi akan merajalela. Kini mulai banyak alat-alat yang dioperasikan dengan mesin atau komputer, sehingg peran manusia menjadi berkurang. Era robotik akan segera muncul. Dari alat-alat sederhana yang biasa digunakan oleh manusia untuk sehari-harinya hingga alat-alat berskala besar.




Tugas I Analisis Kinerja Sistem
by Septi Arnita in

MENCARI INFORMASI YANG DIBUTUHKAN PADA SISTEM INFORMASI PEMASARAN PADA TOKO AMANDA BROWNIES

Anggota :  Holisa Madah Irmadani (13110327)
           Septi Arnita (16110450)
           Syahsoza Puji (16110776)
           Syifah Paujiah (16110806)
           Tirsa Aprilia Restiana (16110907)
Kelas   :  4KA24
Jurusan :  Sistem Informasi



Sistem Informasi Pemasaran Amanda Brownies

A.   Pengertian Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi pemasaran jika didefinisikan dalam arti luas adalah kegiatan perseorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan, pendistribusian, promosi dan penentuan harga barang,jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yang berkaitan dengan 4P yaitu :
·   Product (Produk) : produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya.
·   Promotion (Promosi) : Meningkatkan atau mendorong penjualan.
· Place (Tempat) : Cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi.
· Price (Harga)  : Terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan.

B.   Sistem Informasi Pemasaran Amanda Brownies
1.         Pemilik
a.    Profil Pemilik
Pemilik Amanda brownies Ibu Sumiwiludjeng merupakan seorang wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 1940. Beliau merupakan lulusan tataboga dari IKIP Jakarta.

b.    Awal Usaha
Bersama dengan Atin Djukarniatin, menantunya, mereka mencoba untuk mengembangkan resep yang diberi oleh salah satu koleganya. Joko Ervianto (anak sulung dari Ibu Sumi) mencoba untuk memasarkan browniesnya kepada tetangga dan kolega. Hal ini berjalan dengan baik namun ibu Sumi merasa bahwa rasa dari brownies mereka masih kurang ‘nendang’. Setelah itu mereka mencoba untuk mengembangkan resep brownies tersebut. Mereka mulai memasarkan brownies dengan resep baru ke dalam katering mereka untuk acara arisan, ulang tahun, pernikahan dan acara-acara lainnya. Setalah melihat bahwa brownies miliknya disukai oleh masyarakat, akhirnya pada tahun 1999 beliau membuka usaha dibandung dan hingga kini Amanda brownies masih berjalan.

2.         Produk
a.    Pemberian Nama Amanda
     Menurut Ibu wiludjeng, nama Amanda di ambil dari suatu singkatan yaitu “Anak Mantu Damai”. Itulah harapan Ibu Sumiwiludjeng terhadap keempat anak lelakinya, Joko Ervianto, Andi Darmansyah , Sugeng Cahyono, dan Rizka Kurniawan, yang dari kecil selalu hidup rukun.

b.    Macam-Macam Produk
     Brownies kukus (Original, Banana bizz, Blueberry, Cheese cream, Choco marble, Green marble, Pink marble, Sarikaya pandan, Tiramisu marble, Strawberry cheese, Lemon cheese),  Brwonies bakar, Bangket duo, Cheese roll, cheese stick,cake ketan bakar, Peanut Butter, pisang bolen cokelat, pisan bolen keju , Sweet stick dan roti

c.    Harga
     Untuk Brownies kukus memiliki kisaran harga dari Rp. 29.000 – Rp. 55.000 , untuk Brownies bakar Rp. 32.000, untuk jenis produk lain selain brownies memiliki kisaran harga Rp. 25000 – Rp. 40.000.

3.         Promosi
Brownies Amanda pertama kali dipasarkan atau dipromosikan hanya lewat mulut ke mulut dan hanya menerima pesanan melalui telepon. Hingga akhirnya brownies coklat disajikannya pada usaha katering yang dimiliki oleh Ibu Sumi. Setelah mendapat respon baik dari masyarakat, ibu Sumi membuka sebuah toko kecil di kawasan bandung sebagai ajang promosi dan memperkenalkan berbagai jenis brownies yang dimilikinya. Respon dari masyarakat yang baik membuat brownies ini laris manis hingga berbagai media meliputnya. Dengan bantuan media, brownies Amanda semakin banyak dikenal tidak hanya di Bandung tetapi di kota-kota lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, ibu Sumi beserta keluarga mulai membuka outlet-outlet brownies Amanda di berbagai kota besar di Indonesia. Selain itu masyarakat dapat melihat berbagai jenis brownies dari website Amanda Brownies. Masyarakat juga dapat melihat macam-macam jenis brownies Amanda pada jejaring sosial Facebook.

4.         Tempat
Kawasan pemasaran: Bandung, Bogor, Cirebon, Bekasi, Tangerang, Depok, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, sidoarjo, Kediri, Medan, dan Makasar



C.   Analisa Sistem Informasi Pemasaran Amanda Brownies
1.      Produk
Produk yang ditawarkan oleh Amanda Brownies sudah sangat baik. Dengan adanya inovasi-inovasi rasa yang selalu diciptakan oleh pemilik, membuat Amanda Brownies sangat diminati oleh masyarakat

2.      Promosi
Dengan banyaknya outlet yang berdiri di kota-kota besar membuat masyarakat dengan mudah mendapatkan Brownies ini. Dengan adanya website yang dimiliki Amanda Brownies juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai macam-macam brownies yang disajikan oleh Amanda Brownies serta informasi mengenai alamat dan nomor telepon dari outlet-outlet sehingga pembeli dapat memesan melalui telepon atau dengan mendatangi alamat yang tertera pada website tersebut.

3.      Tempat
Outlet-outlet yang tersebar di berbagai kota besa di Indonesia sudah cukup untuk memasarkan produk dari Amanda Brownies. Sayangnya, belum semua kota besar di Indonesia memiliki outlet Amanda Brownies, sehingga masyarakat di beberapa daerah belum bisa membeli dan merasakan kelezatan dari brownies Amanda.

4.      Harga

Harga yang ditawaran untuk setiap brownies sangat terjangkau. Ini juga dapat menjadi daya tarik untuk pembeli karena hanya dengan harga yang terjangkau namun dapat mendapatkan brownies dengan rasa yang enak.